Aku, Kamu, dan Alam yang Syahdu
Ada sepasang kaki yang sedang telah menginjak dan meninggalkan jejak di pertanahan yang menggambarkan dua pasang sepatu. Kemudian, mencoba menengadah kepala melihat pemandangan langit yang biru. Matahari pun bersinar menyeruak masuk dalam mataku. Sang raja agung nampak begitu syahdu. Sinarnya yang tidak terlalu terang meninggalkan ilusi seru. Daku merentangkan kedua lengan sembari menyambut riuk angin yang mendinginkan tubuhku. Angin sepoi-sepoi itu ikut menerbangkan dedaunan yang masih berlekatan dengan ranting pohon yang bergoyang penuh irama merdu. Mencoba menghirup aroma alam semesta yang harum, seharum hati kecil ini dirasa. Daku lihat dua pasang burung nuri beterbangan kesana-kemari, kemudian hinggap di pepohonan tinggi. Asik bercengkrama, bergoyang, hingga seekor burung nuri betina sudah tak kuat lagi menahan cengkraman cakarnya. Hampir jatuh ia ke dalam sumur yang terlihat begitu dalam. Sang nuri jantan, berusaha menolong betina dengan cara didekatkan paruhnya ke sayap betina y...