Postingan

Cashless Lifestyle: Apakah QRIS Bikin Anak Muda Jadi Lebih Boros?

Gambar
Cashless Lifestyle: Apakah QRIS Bikin Anak Muda Jadi Lebih Boros? (Photo by Pixabay on iStock ) Sore itu di salah satu coffee shop di Bireuen, Rani duduk sendirian sambil ngetik tugas kuliah. Di sebelah laptopnya, segelas iced matcha latte —lengkap dengan pipet biru—keliatan cantik banget. Tanpa ribet buka dompet, ia tinggal scan QRIS kecil yang berdiri di meja. Notifikasi “Pembayaran Berhasil” langsung muncul. Gampang. Cepat. Nggak pake drama. Rani tersenyum puas. Hidup kok semudah ini ya? Ilustrasi Rani yang Menggunakan QRIS untuk Membayar Minumannya di Coffee Shop (Photo by ChatGPT ) Tapi senyumnya langsung hilang saat ia buka riwayat transaksi. Mata membulat, mulut setengah terbuka, ekspresi kagetnya benar-benar nggak bisa disembunyikan. “Enam kali nongkrong dalam seminggu? Gila, aku kapan aja keluar?” pikirnya. Ilustrasi Rani yang Memeriksa Pengeluaran Digitalnya (Photo by ChatGPT ) Dan percaya deh, Rani bukan satu-satunya. Banyak anak muda merasakan hal yang sama: hidup maki...

Dalam Diam, Aku Menyebut Namamu

Cinta tidak selalu datang dalam gegap gempita. Terkadang, ia menyelinap pelan dalam diam, menetap tanpa banyak kata, dan tumbuh di antara keraguan dan doa. Kisah ini bukan tentang cinta yang instan atau romansa yang berlebihan. Ini adalah kisah tentang dua hati yang saling menyimpan nama satu sama lain dalam diam, saling berdoa tanpa kepastian, dan tetap berharap meski waktu seolah menjauhkan. Namanya Inara . Seperti cahaya lembut yang menenangkan hati siapa pun yang mengenalnya. Tatapannya teduh, senyumnya ringan, tapi menyisakan bekas lama dalam ingatan. Ia tidak pernah menyadari bahwa kehadirannya menjadi alasan seseorang bernama Zayyad mengucap doa lebih lama setiap malam. Pertemuan mereka bukan hal luar biasa—sebuah majelis kecil, tempat ilmu dan tawa bersisian. Tapi bagi Zayyad, hari itu adalah awal dari hatinya bergetar. Ia yang biasanya tenang dan pendiam, mendapati dirinya menunggu satu senyuman. Bukan senyuman siapa-siapa, tapi senyuman gadis itu: Inara. Zayyad bukan tipe le...

Mendidik Bangsa dalam Cahaya Al-Qur'an: Tantangan, Harapan, dan Masa Depan

Pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun sebuah bangsa. Ia adalah pilar utama yang akan menentukan arah dan masa depan suatu negara. Sebagai umat Islam, kita memiliki sumber inspirasi yang tak tertandingi, yaitu Al-Qur'an. Kitab suci ini tidak hanya mengandung petunjuk ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam banyak ayat, Al-Qur'an memberikan pedoman tentang pentingnya menuntut ilmu dan memuliakan mereka yang berilmu. Salah satu ayat yang menekankan hal ini adalah firman Allah Swt. dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:  Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Berikanlah ruang dalam majelis, maka berikanlah ruang, niscaya Allah akan memberikan ruang (kemudahan) untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah (untuk shalat), maka berdirilah kamu. Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan....

Cintai Alam, Maka Alam Akan Mencintaimu!

Alam semesta termasuk bumi seisinya adalah ciptaan Allah Swt. Bumi yang merupakan planet dimana manusia menetap dan melangsungkan kehidupan, terdiri atas  berbagai unsur dan elemen yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalankan kehidupan di muka bumi, ini adalah bukti Maha Besar Sang Pencipta. Menurut Al-Ghazali, alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya  adalah alam ghaib dan alam syahadah. Alam syahadah, alam yang terlihat, dalam istilah I nggris disebut universe yang berarti seluruhnya dan dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai alam semesta. Definisi dari alam semesta adalah sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan kesatuan sistem unik dan misterius. Berbeda dengan alam ghaib,  alam yang tidak terlihat, atau yang tidak dapat tercapai oleh indera. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia diberi tanggung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptaka...

Urgensi Bahasa Arab sebagai Pengantar Komunikasi untuk Generasi Muslim Masa Kini

Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu  memahaminya.” (QS. Az-Zukhruf: 3) Bahasa adalah ucapan atau lambang bunyi yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi  dengan manusia lainnya dan menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan. Bahasa juga digunakan untuk mengungkapkan ide, pikiran maupun perasaan manusia. Dilansir dari laman Ethnologue , ada 7.139 bahasa yang digunakan di seluruh dunia. Dari sekian banyak bahasa, tentu tidak asing bagi kita mendengar bahasa Arab. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dari rumpun bahasa Semit Selatan yang digunakan oleh orang-orang yang mendiami Semenanjung Arabia di bagian barat daya Benua Asia. Bahasa Arab telah mengalami perjalanan sejarah yang sangat panjang, seiring dengan perluasan penyebaran agama Islam  dari waktu ke waktu, abad ke abad, sehingga sekarang bahasa Arab menjadi bahasa resmi di berbagai negara, antara lain: Yordania, Suriah, Tunisia, Arab Saudi, Sudan, Mesir, Maroko, Aljazair, Lebano...

Aku, Kamu, dan Alam yang Syahdu

Ada sepasang kaki yang sedang telah menginjak dan meninggalkan jejak di pertanahan yang menggambarkan dua pasang sepatu. Kemudian, mencoba menengadah kepala melihat pemandangan langit yang biru. Matahari pun bersinar menyeruak masuk dalam mataku. Sang raja agung nampak begitu syahdu. Sinarnya yang tidak terlalu terang meninggalkan ilusi seru. Daku merentangkan kedua lengan sembari menyambut riuk angin yang mendinginkan tubuhku. Angin sepoi-sepoi itu ikut menerbangkan dedaunan yang masih berlekatan dengan ranting pohon yang bergoyang penuh irama merdu. Mencoba menghirup aroma alam semesta yang harum, seharum hati kecil ini dirasa. Daku lihat dua pasang burung nuri beterbangan kesana-kemari, kemudian hinggap di pepohonan tinggi. Asik bercengkrama, bergoyang, hingga seekor burung nuri betina sudah tak kuat lagi menahan cengkraman cakarnya. Hampir jatuh ia ke dalam sumur yang terlihat begitu dalam. Sang nuri jantan, berusaha menolong betina dengan cara didekatkan paruhnya ke sayap betina y...

Mimpi Pendidikan Tinggi di Negeri

Setiap orang pastilah bermimpi menguasai berbagai Ilmu pengetahuan agar mampu menjadi manusia yang unggul, kompeten, dan profesional. Sebuah kebanggaan bila sebagai manusia kita mampu mewariskan karya yang menginspirasi agar kelak mampu berkarya lebih hebat. Sehingga, melahirkan generasi yang cerdas, selamat, dan bahagia. Berbicara dengan negara Indonesia, negara kita tercinta merupakan negara yang kaya akan keberagaman agama, ras, suku, budaya, dan adat istiadat yang mumpuni. Indonesia adalah negara yang dikenal dengan sebutan maritim dan agraris yang terus melimpah, membawanya diincar oleh negara yang maju dan wah. Sebagai seorang mahasiswi di perguruan tinggi, saya memiliki mimpi setinggi lazuardi langit dan mempunyai rencana agar Indonesia dikenal dengan sebutan negara yang maju berkaitan dengan pendidikan. Karena sumber daya bangsa Indonesia menjadi sumber utama untuk terus menggali mimpi dan tujuan agar mampu memecahkan persoalan-persoalan bangsa dan menciptakan hal yang tidak lu...