Cintai Alam, Maka Alam Akan Mencintaimu!
Alam semesta termasuk bumi seisinya adalah ciptaan Allah Swt. Bumi yang merupakan planet dimana manusia menetap dan melangsungkan kehidupan, terdiri atas berbagai unsur dan elemen yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalankan kehidupan di muka bumi, ini adalah bukti Maha Besar Sang Pencipta.
Menurut Al-Ghazali, alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah alam ghaib dan alam syahadah. Alam syahadah, alam yang terlihat, dalam istilah Inggris disebut universe yang berarti seluruhnya dan dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai alam semesta. Definisi dari alam semesta adalah sesuatu yang ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan kesatuan sistem unik dan misterius. Berbeda dengan alam ghaib, alam yang tidak terlihat, atau yang tidak dapat tercapai oleh indera.
Sebagai khalifah di muka bumi, manusia diberi tanggung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan oleh Allah Swt. untuk manusia. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman dan pemeliharaan agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya. Manusia mempunyai kewajiban untuk memelihara kelestarian alam, seperti dalam firman Allah Al-Qur'an Surah Al-Qasas ayat 77 yang berarti:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan di akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Dalam berhubungan dengan Sang Pencipta, manusia memerlukan alam sebagai sarana untuk mengenal dan memahami Tuhan (ayat-ayat kauniyah). Menjaga kelestarian alam itu sangat penting bagi kelangsungan hidup untuk makhluk hidup yang ada di dalamnya. Allah menciptakan alam beserta isinya dilengkapi dengan hukum-hukum (sunnatullah). Dan jika hukum-hukum tersebut dilanggar, maka alam akan hancur.
Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dicemari, dan dihancurkan. Akan tetapi untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam kehidupan. Sebagai manusia yang bertugas melestarikan alam harus mempunyai prinsip dalam pengelolaan alam. Cinta alam sendiri adalah perasaan kasih sayang yang kuat terhadap alam dan lingkungan sekitar. Cinta alam juga merupakan komitmen untuk melakukan tindakan-tindakan yang positif untuk melestarikan alam agar tetap sehat dan sejahtera.
Untuk menunjukkan cinta alam, kita dapat melakukan berbagai tindakan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menanam pohon. Dengan demikian, kita dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, mencintai alam juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental kita. Berkegiatan di alam, seperti hiking atau berjalan-jalan di taman, dapat membantu mengurangi stress dan meningkatkan kualitas tidur. Mencintai alam juga dapat mendorong kita untuk lebih aktif dan sehat. Jadi, jika kita mencintai alam, maka alam akan mencintai kita kembali dengan memberikan beragam manfaat. Mari bersama menumbuhkan sikap tanggung jawab terhadap alam dan melakukan tindakan-tindakan yang positif untuk melestarikan alam sekitar.
Referensi:
Hihola, Savira Rosalia dan Christian Siregar. “Alam Dalam Pandangan Islam”. Binus.ac.id. https://tinyurl.com/2ebs465z (diakses pada 22 April 2024).
Komentar
Posting Komentar